Gambaran Umum Etika Profesi




A. Pengertian Etika Profesi


Etik atau etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah satu atau benar, buruk atau baik. Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mnfenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilakn nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi adalah ketrampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah.
Etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.


B. Sejarah Etika Profesi


Munculnya etika profesi sebenarnya berasal dari adanya penyimpangan perilaku dari penyandang profesi terhadap sistem nilai, norma, aturan ketentuan,yang berlakudalam profesinya. Tidak adanya komitmen pribadi dalam melaksanakan tugas, tidak jujur, tidak bertanggungjawab, tidak berdedikasi, tidak menghargai hak orang lain, tidak adil dan semacamnya. Menurut Bambang (2007:45) mengapa orang memilih tindakan-tindakan tidak etis yaitu:
a. Orang akan berbuat apa yang paling leluasa bisa diperbuatnya.
b. Orang akan berbuat demi suatu kemenangan.
c. Orang akan selalu mencoba merasionalisme pilihan-pilihannya dengan relativisme.



Prinsip-Prinsip Etika Profesi
a. Tanggung jawab. Terdapat tanggung jawab yang diemban yakni: terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut dan trhadap hasilnya, terhadap dmpak dari profesi tersebut untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
b. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
c. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalnkan profesinya.


C. Jenis - Jenis Etika Profesi


1. Etika Profesi Dan Tanggung Jawab Profesi It
Kode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari etika profesi.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yanglebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kodeetik ini lebih memperjelas,mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma terebutsudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesiadalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas sertaterperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apayang salah dan perbuatan apa yang harus dilakukan dan tidak bolehdilakukan oleh seorang profesional. Tujuan utama dari kode etik adalahmemberi pelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkankepentingan pribadi atau kelompok. Adapun fungsi dari kode etik profesiadalah :


1.Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.


2.Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkuta.


3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentanghubungan etika dalam keanggotaan profesi.


Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidangkhususnya bidang teknologi informasi.Kode etik sangat dibutuhkan dalam bidang TI karena kode etik tersebut dapat menentukan apa yang baik danyang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh IT-er itudapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak. Pada jaman sekarang banyak sekali orang di bidang TI menyalahgunakan profesinya untuk merugikan orang lain, contohnya hacker yang sering mencuriuang,password leat computer dengan menggunakan keahlian mereka.Contoh seperti itu harus dijatuhi hukuman yang berlaku sesuaidengan kode etik yang telah disepakati. Dan banyak pula tindakankejahatan dilakukan di internet selain hacker yaitu cracker, dll. Oleh sebabitu kode etik bagi pengguna internet sangat dibutuhkan pada jamansekarang ini.Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internetadalah :


1.Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.


2.Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memilikitendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku,agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaranhak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain. 


3.Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisiinstruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.


4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi,suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karyasendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yangmengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segalakonsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk,sumber daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnyaterhadap segala muatan / isi situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggotadapat melakukan teguran secara langsung. 

2. Etika Profesi Guru 


(Syaiful,2000) Jabatan Guru Sebagai Suatu Profesi. Jabatan gurudapat dikatakan sebuah profesi karena menjadi seorang guru dituntut suatukeahlian tertentu (mengajar, mengelola kelas, merancang pengajaran) dandari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagi kehidupanselanjutnya. Hal ini berlaku sama pada pekerjaan lain. Namun dalam perjalanan selanjutnya, mengapa profesi guru menjadi berbeda dari pekerjaan lain. Menurut artikel “The Limit of Teaching Proffesion,” profesi guru termasuk ke dalam profesi khusus selain dokter, penasihathukum, pastur. Kekhususannya adalah bahwa hakekatnya terjadi dalamsuatu bentuk pelayanan manusia atau masyarakat. Orang yangmenjalankan profesi ini hendaknya menyadari bahwa ia hidup dari padanya, itu haknya; ia dan keluarganya harus hidup akan tetapi hakikat profesinya menuntut agar bukan nafkah hidup itulah yang menjadimotivasi utamanya, melainkan kesediaannya untuk melayani sesama.Di lain pihak profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur.Dalam hal ini, perlu disadari bahwa seorang guru dalam melaksanakan profesinya dituntut adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi. Mereka(guru) dalam keadaan darurat dianggap wajib juga membantu tanpaimbalan yang cocok. Atau dengan kata lain hakikat profesi luhur adalah pengabdian kemanusiaan.

3. Etika Profesi Wartawan


Wartawan adalah sebuah profesi. Dengan kata lain, wartawanadalah seorang profesional, seperti halnya dokter, bidan, guru, atau pengacara. Sebuah pekerjaan bisa disebut sebagai profesi jika memilikiempat hal berikut, sebagaimana dikemukakan seorang sarjana India, Dr.Lakshamana Rao:


1. Harus terdapat kebebasan dalam pekerjaan tadi.


2.Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu.


3.Harus ada keahlian (expertise).


4.Harus ada tanggung jawab yang terikat padakode etik pekerjaan. (Assegaf, 1987).


Menurut saya, wartawan (Indonesia) sudah memenuhi keempatkriteria profesioal tersebut.1.Wartawan memiliki kebebasan yang disebut kebebasan pers,yakni kebebasan mencari, memperoleh, dan menyebarluaskangagasan dan informasi. UU No. 40/1999 tentang Persmenyebutkan, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasiwarga negara, bahkan pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran (Pasal 4ayat 1 dan 2). Pihak yang mencoba menghalangi kemerdekaan pers dapat dipidana penjara maksimal dua tahun atau dena maksimal Rp 500 juta (Pasal 18 ayat 1). Meskipun demikian,kebebasan di sini dibatasi dengan kewajiban menghormatinorma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah (Pasal 5 ayat 1). Memang, sebagaitambahan, pada prakteknya, kebebasan pers sebagaimanadipelopori para penggagas Libertarian Press pada akhirnyalebih banyak dinikmati oleh pemilik modal atau owner mediamassa. Akibatnya, para jurnalis dan penulisnya harus tunduk pada kepentingan pemilik atau setidaknya pada visi, misi, danrubrikasi media tersebut. Sebuah koran di Bandung bahkansering “mengebiri” kreativitas wartawannya sendiri selain mem-black list sejumlah penulis yang tidak disukainya. 2.Jam kerja wartawan adalah 24 jam sehari karena peristiwa yangharus diliputnya sering tidak terduga dan bisa terjadi kapansaja. Sebagai seorang profesional, wartawan harus terjun kelapangan meliputnya. Itulah panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan sebagai wartawan. Bahkan, wartawan kadang-kadang harus bekerja dalam keadaan bahaya. Mereka ingin – dan harus begitu– menjadi orang pertama dalam mendapatkan berita dan mengenali para pemimpin dan orang-orang ternama.3.Wartawan memiliki keahlian tertentu, yakni keahlian mencari,meliput, dan menulis berita, termasuk keahlian dalam berbahasa tulisan dan Bahasa Jurnalistik.





4. Etika Profesi Jaksa


Profesi jaksa sudah ada dan dikenal sejak lama sebelum Indonesiamerdeka, bahkan sebelum ada negara Indonesia. Pada masa KerajaanMajapahit, jaksa dikenal dengan ilstilah dhyaksa, adhyaksa, dandharmadhyaksa. Dhyaksa dikatakan sebagai pejabat negara yang dibebanitugas untuk menangani masalah-masalah peradilan di bawah pengawasanMajapahit. Gajah Mada selaku pejabat adhyaksa, sedangkandharmadhyaksa berperan sebagai pengawas tertinggi dari kekayaan sucidalam urusan kepercayaan, dan menjabat sebagai ketua pengadilan. Katadhyaksa ini kemudian menjadi jaksa.Setelah Indonesia merdeka, lembaga jaksa tetap dipertahankan,yakni dengan mengambil alih peraturan yang pernah berlaku pada masa penjajahan Jepang.Jaksa adalah pejabat fungsional dari lembaga pemerintahan, berbeda dengan hakim, pengangkatan dan pemberhentian jaksa tidak dilakukan oleh kepala negara, tetapi oleh jaksa agung sebagai atasannya.Agar kejaksaan dapat mengemban kewajibannya dengan baik, maka berdasarkan Keputusan Jaksa Agung No. Kep-052/J.A/8/1979 ditetapkan pula tentang Doktrin Adhyaksa Tri Krama Adhyaksa. Doktrin tersebut berunsurkan Catur Asana, Tri Atmaka, dan Tri Krama Adhyaksa.Catur Asana merupakan empat landasan yang mendasari eksistensi, peranan, wewenang, dan tindakan kejaksaan dalam mengemban tugasnya baik di bidang yustisial, nonyustisial, yudikatif, maupun eksekutif.Landasan idiilnya adalah Pancasila, landasan konstitusionalnya adalahUUD 1945, dan landasan peraturan perudangan yang lainnya.Tri Atmaka merupakan tiga sifat hakiki kejaksaan yang membedakandengan alat negara lainnya. Tiga sifat itu adalah tunggal, mandiri, danmumpuni. Bersifat tunggal karena kejaksaan adalah satu-satunya lembaganegara yang mewakili pemerintah dalam urusan pengadilan dan dengansistem hierarki tindakan setiap jaksa dianggap sebagai tindakan seluruhkorps. Dikatakan mandiri karena kejaksaan merupakan lembaga yang berdiri sendiri terlepas dari Departemen Kehakiman, dan mandiri dalamarti memiliki kekuasaan istimewa sebagai alat penegak hukum yangmewakili pemerintah dalam bidang yudikatif, satu-satunya aparat yang berwenang mengenyampingkan perkara, menuntut tindak pidana di pengadilan, dan berwenang melaksanakan putusan pengadilan. 


Profesi jaksa adalah sebuah profesi dalam posisi yang sangat penting dalam penegakan hukum di peradilan. Lembaga kejaksaan secaraumum dan jaksa secara khusus adalah lembaga independen yang mewakili pemerintah dalam hal peradilan. Kedudukan ini membuat banyak sorotanterhadap kinerja jaksa dalam menjalankan profesinya.Posisi jaksa sangat riskan menghadapi tantangan baik dari internalmaupun tantangan eksternal. Jaksa mudah saja memanfaatkan posisinyauntuk mencari keuntungan pribadi. Ini adalah tantangan eksternal, yang berasal dari luar diri jaksa dimana pihak-pihak yang sedang dalam perkaradalam peradilan meminta jaksa agar memberi keringanan dalam tuntutandengan memberi sejumlah imbalan/hadiah. Tantangan internal adalahsikap moral, hati nurani, dan perasaan yang dimiliki jaksa. Seorang jaksayang tidak memiliki moral dan hati nurani yang baik akan mudahterpengaruh untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Sebagai contoh nyataadalah terungkapnya dugaan penyuapan yang diterima Jaksa Urip TriGunawan yang sedang menangani kasus BLBI. Kasus ini seolahmengungkap betapa carut-marutnya lembaga kejaksaan dan jaksa yang adadi dalamnya. Betapa tidak, kedudukan jaksa dimanfaatkan untuk mencarikeuntungan pribadi, bukannya menjaga wibawa negara dan menegakkannilai-nilai keadilan.Menjaga idealisme dan etika profesi jaksa berkaitan dengan moraldan hati nurani seorang jaksa. Peraturan hukum dan undang-undang yang ada hanya sebagai jalur dan rambu-rambu untuk jaksa dalammelaksanakan tugasnya. Sebagus apapun peraturan, saat diri pribadi jaksatidak mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menegakkan nilai-nilaihukum. Sebaliknya, dengan peraturan yang tidak terlalu banyak namunada moral dan hati nurani yang baik, peraturan tersebut dapat dilaksanakandengan baik pula. Nilai-nilai hukum dapat ditegakkan dan dijunjung tinggi.



5. Etika Profesi Bidan

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturantenagakesehatan ditetapkan di dalam undang-undang dan Peraturan Pemerintah.Tugas dan kewenangan bidan serta ketentuan yangberkaitan dengankegiatan praktik bidan diatur di dalam peraturan atau Keputusan MenteriKesehatan. Kegiatan praktik bidan dikontrol oleh peraturan tersebut. Bidanharus dapat mempertanggungjawabkan tugasdan kegiatan yangdilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalambidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien/pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya sendin". Namun dikatakan bahwa kode etik padazaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks, kode etik tidak dapat lagi dipakaisebagai pegangan satu–satunya dalam menyelesaikan masalah etik, untuk itudibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum.

0 komentar:

ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT


a. Era 1940-1950-an

Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari professor Nobert Wiener. Selama perang Dunia II(pada awal tahun 1940-an) professor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya.

Pada perkembangannya, penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback system. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan computer digital yang dikembangakan pada waktu itu, membuat wiener akhirnya menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatab teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI).
Pada tahun 1950, Wiener menerbitkan sebuah buku yang monumental, berjudul The Human Use of Human Beings. Buku wiener ini mencakup beberapa bagian pokok tentang hidup manusia, prinsip-prinsip hokum dan etika di bidang computer.

b. Era 1960-an


    Donn Parker dari SRI internasional Menlo Park California melakukan bebagai riset untuk menguji penggunaan computer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme dibidang komputer. Parker melakukan riset dan mengumpulkan berbagai contoh kejahatan computer dan aktivitas lain yang menurutnya tidak pantas dilakukan para professional computer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang computer, yang ditandai dengan usahanya pada Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk association for computing machinery (ACM).

c. Era 1970-an


    Era ini dimulai ketika sepanjang tahun 1960, Joseph Weizenbaum, ilmuwan computer MIT di Boston, menciptakan suatu program computer yang di sebut ELIZA. Didalam eksperimen pertamanya ELIZA ia ciptakan sebagai tiruan dari “Psychotherapist
Rogerian” yang melakukan wawancara dengan pasien yang akan diobatinya.
”Model pengolahan informasi” tentang manuisa yang akan datang dan hubungannya antara manusia dengan mesin. Buku Weizenbaum, Computer Power and Human Reason,1976 menyatakan banyak gagasan dan pemikir terilhami tentang perlunya etika computer. Tahun 1970 karya Walter Maner dengan istilah “computer ethic untuk mengacu pada bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh pemakaian teknologi computer waktu itu.1970-1980, Maner banyak menghasilkan minat pada kursus tentang etika computer setingkat universitas dan tahun 1978 mempublikasiakn Starter Kit in Computer Ethic,tentang material kurikulum dan padagogi untuk pengajar universitas dalam pengembangan etika computer.

d. Era 1980-an


    Tahun 1980-an sejumlah konsekuensi social dan teknologi informasi membahas tentang kejahatan computer yang disebabkan kegagalan system computer,invasi keleluasaan pribadi melalui database computer danperkara pengadilan mengenai kepemilikan perangankat lunak.
Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel yang berjudul “What Is Computer Ethic” dan Deborah Johnson dari Rensselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethic tahun 1985.

e. Era 1970-an sampai sekarang


    Tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tenteng topic tentang etika komputer.para ahli komputer di Iggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai rangkaian konferensi yang di pimpin oleh Simon Rogerson.konferensi besar tentang etika computer CEPE di pimpin oleh Jeroen Van Hoven, dan di Australia terjadi riset terbesar etika computer di pimpin oleh Chris Simpson dan Yohanes Weckert.perkembangan yang sangat penting adalah peloporan Simon Rogerson dari De MontFort University (UK), yang mendirikan Centre for Computing and Social Reponsibility.

0 komentar:

Klasifikasi Etika Profesi


Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.

2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

        Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.
        Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi

0 komentar:

Gambaran Judul skripsi tahun 2010 - 2013 berbasis web dan android





A. Berbasis Web
  1. Rancang Bangun Sistem Informasi Web Forum Diskusi Umum Dan Jual Beli Berbassis Php Dan Ajax
  2. Implementasi Web Service Untuk Sistem Informasi Akademik
  3. Rancang Bangun Aplikasi E-Voting Berbasis Web Service
  4. Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Dana Bantuan Pada Masyarakat Kurang Mampu Di Kecamatan Medan Johor Menggunakan Decision Table
  5. Aplikasi Pendaftaran Siswa Baru Pada SMK Negeri 8 Medan Berbasis Web Service
  6. Rancang Bangun Sistem Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Berbasis Web Menggunakan Metode Selection Sort Di Stmik Budidarma
  7. Analisa Dan Perancangan Sistem Digital Watermarking Pada Citra Digital Dengan Metode Dct (Discrete Cosine Transform)
  8. Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web pada Perpustakaan Umum Daerah di Kota Medan
  9. Membangun Aplikasi Pustaka (Pusat Data Informatika) Berbasis Web
  10. Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Propinsi Sumatera Utara Berbasis Web
  11. Aplikasi untuk Knowledge Management pada Perusahaan Pelayanan Kesehatan Berbasis Web menggunakan PHP
  12. Pembangunan Sistem Informasi Pelanggan PT. PLN Medan Berbasis Web
  13.  Dam Kredit Bermasalah (Non Performing Loan) Terhadap Pertumbuhan Laba Periode Januari 2010- Desember 2012 Pada Pt Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 
  14. Sistem InformasiPenjualan Kain Kebaya berbasis Web 
  15. Sistem Informasi Hardi Jaya Optik.
  16. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Perolehan Jamkesmas Untuk Masyarakat Miskin Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Ashari Pemalang.

B. Berbasis Android
1. Rancang Bangun Aplikasi Penggajian Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sragen. 
2. Aplikasi Penampil Materi-Materi Kemuhammadiyahan Berbasis Android.
3. Perancangan Sistem Aplikasi Penjualan Toko Komputer Mascom Berbasis Android
4. Aplikasi Pengenalan Batik Indonesia Berbasis Mobile Android.
5. Perancangan Aplikasi Multimedia Untuk Pengenalan Bahasa Isyarat Bagi Anak Tuna Rungu Umur 6-9 Tahun. 
6. Pembuatan Aplikasi Pendukung Pembelajaran Bahasa Isyarat Pada Anak Berkebutuhan Khusus. 
7. Perancangan Aplikasi Resep Masakan Khas Jawa Berbasis Android.
8. Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Tertib Berlalu Lintas Berbasis Android.
9. ancang Bangun Sistem Penjualan Dan Utang Piutang Pada Koperasi Sejahtera Man 1 Sragen.
10. Aplikasi Pembelajaran Matematika Kelas 2 SMP / MTS Berbasis Android.
11. Aplikasi Pengenalan Nama – Nama Buah, Sayur, Hewan Dan Alat Transportasi Dalam Bahasa Inggris – Arab Untuk Anak – Anak.
12. Physics Formula Application Based On Mobile Android For Tenth Grade High School.

C. Berikut Judul Skripsi Umum
Tahun 2010 - 2011            

NO.
JUDUL SKRIPSI
1.
Implementasi Speech Recognition Pada Aplikasi Voicee Command
2.
Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit anak
3.
Sistem Informasi Geografis Donor Darah Warga Siaga Di Kelurahan DrajatKec. Kesambi Kota Cirebon dengan menggunakan MAPINFO Pro 9
4.
Pengolahan Data Penjualan Tunai Pada PT. ADYACEDA AMAN DELIS Cirebon Dengan  Menggunakan MicrosftVisual Basic 6.0
5.
Sistem Informasi Pemberitaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon
6.
Perancangan Web Site Fakultas Kedokteran Unswagati Sebaga Media Informasi dan Promosi Pada Masyarakat
7.
Sistem Informasi Promosi Program Umroh dan Haji di PT. Najjah Hasanah Dengan Menggunakan Bahasa Pemograman PHP dan MySql
8.
Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian Studi Kasus Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon
9.
Elpiji Information system (ELVIS) di PT. Pertamina (Persero) UP VI Balongan dengan mengunakan Power Builder 10.5 Dengan Data Base Oracle. 9i
10.
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Awal Penyakit THT Berbasis WEB
11.
Perancangan Sistem Informatika Berbasis WEB Untuk Pengolahan Keuangan Siswa Pada SMA PGRI Klangenan Kabupaten Cirebon
12.
Sistem Informasi Pelayanan Pasien Pada Puskesmas Larangan Kota Cirebon Berbasis WEB denga menggunakan PHP & MySQl
13.
Sistem Informasi Palang Merah Indonesia di Unit Tranfusi Darah Cabang palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon secara Online dengan Menggunakan PHP dan MySQl
14.
Sistem Informasi Pengolahan Data Lalulitas dan Pendapatan Tol PT. Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Palikanci Cirebon
15.
Sistem Informasi Berbasis WEB Tentang Pengolahan Data Kepegawaian Pada SMA Negeri I Palimanan Kab. Cirebon
16.
Sistem Informasi Pengolahan Data Penugasan Pada SMA Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon
17.
Sistem Informasi Pengolahan Barang Menggunakan PHP dan MySQl pada Kecamatan Arjawinangun
18.
Sistem Informasi Berbasis WEB Tentang Pengolahan Data Laboratorium Pada SMA Negeri I Jamblang Kabupaten Cirebon
19.
Sistem Informasi Perhitungan Pajak Hiburan Di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung
20.
Sistem Informasi Bebasis Web Tentang Pengolahan Data Arsip di SMA Negeri 1 Suranenggala
21.
Sistem Informasi Berbasis WEB Pelayanan Pepustakaan di SMK MANBA’ULUM Kabupaten Cirebon
22.
Perancangan Aplikasi Penyelesaian Permasalahan Programa Linier Menggunakan Metode Simpleks
23.
Sistem Kuesioner Online PT. Sidomuncul Berbasis WEB
24.
Sistem Informasi Data Handphone Pada iPhone Strore Berbasis WEB Menggunakan PHP dan MySQl
25.
Sistem informasi Penjualan Barang Berbasis WEB Pada PD. Handi Meuble Cirebon
26.
Sistem Informasi Pengolahan Berita Majalah Forum Dialektika
27.
Sistem Informasi Kepegawaian di Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Dengan Menggunakan PHP dan MySQl
28.
Aplikasi Psikotest Online di SMA Muhammadiyah Cirebon
29.
Sistem Informasi laporan Keuangan Berbasis Web Pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) Di Wilayah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon
30.
Sistem Pendaftaran Calon Peserta Test CPNS Online Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cirebon
31.
Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko Prisma Komputer Pabuaran
32.
Aplikasi Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Berbasis Web Pada Universitas Muhammadiyah Cirebon
33.
Sistem Informasi Administrasi Siswa MAN Ciledug Menggunakan Visual Basic
34.
Sistem Informasi Produksi Sweater di PT. Leetex Garment Indoensia Berbasis Web
35.
Sistem Informasi Sensus Penduduk Pada Wilayah Kecamatan Gebang Berbasis Web Menggunakan PHP dan MySQl
36.
Racangbangun Portal Berita Cyber News Husnul Khotimah Menggunakan Bahasa Pemograman PHP
37.
Sistem pengolahan Data Paper Raport Siswa SMA Negeri 1 Susukan Menggunakan Microsoft Visual basic 6.0
38.
Rancangbangun Aplikasi Game Tebak Kata Inggris Menggunakan Macromedia Flash
39.
Sistem Informasi Pengolahan Siswa di Lazis Muhammadiyah
40.
Sistem Inforasi Pegolahan Warnet Berbasis Client Server Pada 3D-Net Cilimus Kuningan Dengan Menggunakan Bahasa Pemograman Delphi. 7.0
41.
Sistem Informasi Pembayaran SPP dan DSP SMA Budi Luhur Berbasis Website
42.
Siste Informasi Administrasi Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Berbasis PHP
43.
Sistem Pengolahan Data Inventory dan Penggajian di CV. Panji Rahayu Cirebon Menggunakan Delphi 7.0
44.
Rancangbangun Sistem Informasi Akademik Pada SMP Saya Mina Bulakamba Kabupaten Brebes
45.
Rancangbangun Sistem Informasi Pelayanan Akademik Berbasis WEB Pada Mts Negeri Palasah Majalengka
46.
Sistem Presensi Absensi Berbasis Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Principal Component Analisis (PCA)
47.
Aplikasi Penjualan & Pemesanan Berbasis Web Pada Batik Firly Trusmi Cirebon
48.
Simulasi Pencarian Jalur Terpendek Menggunakan Al Goritma A* (A-Star) Pada Bidang Kartesian
49.
Aplication Game Education Adventure Of Bima
50.
Rancang Bangun Sistem Informasi Pegawai Berbasis Web
51.
Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Obat
52.
Rekayasa Perangkat Lunak Untuk Sistem Produksi Dan Penjualan Barang Pada Pintex Plumbon
53.
Rancang Bangun Keamanan Jaringan Internet Dan Manajemen Bandwidth  Menggunakan Mikrotik Router Os
54.
Website Portal Informasi Ma Darun Nahwi Singajaya Kab. Indramayi


        

1 komentar: